sebelum mentari datang, ia menyapaku.
memberi kehangatan dibalik sapuan matanya.
sebelum mentari datang, ia menggenggamku.
memastikan tak kan ada hari yang terlewat tanpa senyum tulusnya.
setelah malam datang, ia memberikan kecupan,
menutup luka dengan belaian, mengusir pahit dengan tawa
setelah malam pergi, ia tak kan kembali, meskipun 1000 fajar memanggilnya
katanya, esok kan slalu ada, meskipun hatiku tak disini..
Tuesday, September 23, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

ya ampunnnnn
ReplyDeletedjjjjjjjj
co cuitt..
siapa sih si "ia" itu??
suster apa hansip??
ko mengobati luka
trus malem2 pergi lagi?
hehehehehhe