Nyokap gw klo belanja kperluan bulanan pasti ke Carrefour, mantan mertua gw juga kalo belanja pasti di Carrefour. Pa Ahau aja kalo ganti galon aer, mesti ke Carrefour. Saking tenarnya Carrefour, kadang-kadang gw samper mikir, ni perusahaan mana sih? Ko bisa ya dalam waktu <2tahun hypermarket ni bisa nyaingin nama-nama macem Hero, Ramayana, Robinson, dkk?
Lupain aja pertanyaan itu. Bukan itu maksudnya gw nulis tugas ini.
Balik lagi.
Sbenernya gw pngen ngomongin penerapan e-commerce di perusahaan ini. Dalam hal ini, e-commerce yg diterapkan adalah B2B, artinya business-to-business, berarti perdagangan yg terjadi tu antara perusahaan ke perusahaan yang lain. Kalo dalam kasus kita, berarti Carrefour (sbagai retailer) berdagang ama pihak laen (perusahaan-red) buat ngisi kebutuhan-kebutuhannya. Kalo misalnya Carrefour bikin e-commerce yang memudahkan para kostumer-nya membeli barang dari Carrefour, namanya B2C, business-to-costumer.
Yang mo gw ceritain disini adalah waktu pertama kali Carrefour nerapin B2B saat doi buka ritel pertamanya di Jepang. Perusahaan asal Prancis ini menggaet Viewlocity untuk membantu mengintegrasikan dan memungkinkan supply chain mereka agar dapat berhubungan dengan partner dagang mereka dalam dunia maya. Lebih lanjut, Viewlocity memfasilitasi pertukaran informasi antara store/inventory mereka dengan para pemasok/supplier sehingga proses perdagangan dapat berlangsung dengan efisien.
Hmm.. Ngomong-ngomong, harga cabe di Carrefour berapa yah sekarang? Bisa pesen lewat internet ga?
Tuesday, September 23, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment