Tuesday, December 2, 2008

it's CRM....can Daihatsu do this?

Toyota, ternyata punya strategi khusus supaya mobil produknya laku terus tiap tahun. Inovasi dan teknologi itu emang penting, tapi costumer relatoinshp itu harus nomer satu. Kuncinya ada di divisi marketing. Divisi marketing membantu prospective customer untuk mengenal Toyota lebih dalam melalui kunjungan di situs mereka. Di website ini, Toyota memberikan setiap inforamasi yang dibutuhkan konsumen hingga dapat mengerti tentang produk. Kegiatan ini merupakan ciri Customer Pull pada Toyota.

Di sisi yang sama, Toyota mengembangkan segala usaha untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen. Metode ini dapat dilakukan melalui pendekatan statistic, analisis data, atau riset. Aktifitas ini dinamakan Toyota Push.

Customer DNA juga menjadi point yang krusial bagi Toyota, tentang bagaimana caranya agar setiap konsumen, yang mempunyai touch-point yang berbeda, dapat dikendalikan dan dikontrol pada lifecycle suatu produk. Dengan cara ini, perusahaan selalu mempunyai record untuk melakukan pendekatan terhadap pelanggan.

EIS..(bukan) MIS.

Banyak warung-warung sekarang ga pake EIS. Padahal EIS dirancang untuk meningkatkan kualitas strategi manajemen yang dipakai dalam organisasi melalui berbagai macam langkah-langkah teknologi. Langkah-langkah ini termasuk proses berupa mengekstrak, mengubah, memproses, dan mempresentasikan data untuk mencapai strategi yang diinginkan. Secara khusus, EIS dapat disebut juga sebagai Business Intelligent Tools.


Tujuan/Sasaran EIS:

  • Menyediakan informasi yang representatif kepada para pengambil keputusan.
  • Mendukung aktifitas-akifitas strategik, seperti perencanaan, goal-setting, dan forecasting
  • Melacak performa
  • Mengumpulkan, menganalisa, dan mengintegrasikan data internal dan eksternal menjadi indicator performa yang menguntungkan perusahaan.

blog gw ga punya BARCODE....ga bisa dijual...

Barcode adalah representasi informasi dari indeks database suatu barang/produk yang dapat dibaca oleh mesin/alat. Jadi dengan barcode kita dapat menyimpan beberapa informasi dari produk tersebut. Penggunaan barcode sangat luas, karena kaitannya dengan identifikasi item pada database. Bentuk barcode berupa garis-garis hitam putih dengan ketebalan yang berbeda-beda. Ketebalan tersebut melambangkan huruf dan angka yang merepresentasikan identifikasi suatu item pada database.

Barcode pertama kali diciptakan oleh Bernard Silver dan Norman Woodland yang membuat percobaan tentang mesin yang dapat membaca/mengidentifikasi produk ketika produk tersebut keluar dari lubang output. Pertama kali mereka menggunakan tinta ultraviolet, namun perangkat tersebut sangat mahal. David Collins kemudian mengembangkan penemuan tersebut sehingga berupa garis yang melambangkan digit-digit angka. Dari penemuan ini, barcode terus dikembangkan sampai yang sekarang.

Barcode mempunyai beberapa jenis tipe, tergantung dari penggunaannya dan item yang di record. Misalnya, UPC-A untuk retailer, ISBN untuk buku dan majalah, Postnet untuk sistem pengiriman surat (mailing), Code 39 digunakan untuk militer dan farmasi (bidang kesehatan).


system analyst, ternyata...

Oke. Langsung ajah..

Di perkembangan software yang begitu pesat ini, dibutuhkan sebuah komponen yang dapat menghubung antara keinginan (dan fungsionalitas) software yang user ended dengan pihak pengembang (developer) sehingga terjadi kesepakatan akan perangkat atau produk yang diinginkan.

System analis adalah komponen yang mengisi peran itu. Peran ini biasanya diwakili oleh seseorang yang mempunyai spesialisasi pengetahuan dalam bidang informasi dan teknologi komunikasi. Sistem analis biasanya mendesain dan menganalisa sistem komputer untuk perusahaan-perusahaan besar.

Peran sistem analis dalam pengembangan software

  • Sistem analis berfungsi sebagai mediator antara development team dan costumer untuk memberikan kemajuan dan perkembangan
  • Memberikan masukan bagi pihak pengembang
  • Mewakili kebutuhan pelanggan
  • Merancang/mendesain produk/jasa yang sesuai dengan keinginan pelanggan, setelah disetujui pihak pengembang